BerandaBeritaTangis Keluarga Pecah Saat Kedatangan Jenazah Rion di Bandara Silampari

Tangis Keluarga Pecah Saat Kedatangan Jenazah Rion di Bandara Silampari

TRISULA.ORG

Lubuklinggau – Hari ini, Sabtu (23/1/21). Peti jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tujuan Kalimantan yang jatuh di laut Kepulauan Seribu asal Kota Lubuklinggau, almarhum Rion Yogatama tiba di Kota Lubuklinggau.

Peti jenazah Rion diantar melalui penerbangan Batik Air dari Jakarta dan tiba di bandara Silampari Lubuklinggau sekitar pukul 11.00 WIB. Dilokasi, mobil ambulance sudah siap menjemput peti jenazah untuk dihantarkan ke rumah duka.

Isak tangis pun tak dapat ditahan Vivi (istri almarhum) dan Oni Kartika Sari (ibunda almarhum) ketika menyambut kedatangan jenazah almarhum di bandara.

Sebelumnya, ayah dan adik almarhum sudah berada di Jakarta sebagai perwakilan keluarga untuk menyelesaikan segala urusan mengurus kepulangan almarhum ke Kota Lubuklinggau.

Hadir dalam penjemputan peti jenazah, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Soha, Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono, keluarga almarhum dan segenap insan pers.

Peti jenazah kemudian langsung dihantar ke rumah duka di Jalan Kenanga II, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Dalam acara pelepasan, Walikota Lubuklinggau memberikan sambutan dan terus menguatkan keluarga untuk tetap ikhlas dan tabah dengan apa yang terjadi.

Usai pelepasan di rumah duka, peti jenazah almarhum langsung dibawa ke TPU Ponorogo untuk di makamkan.

Kesedihan pun kembali tak dapat ditahan istri dan ibu korban ketika sampai di pemakaman.

Usai pemakaman, paman almarhum, Suyitno mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini turut banyak membantu baik dari materil maupun moril kepada keluarga almarhum.

Tak lupa juga ia sampaikan terimakasih kepada para wartawan yang ikut berpartisipasi dalam menyambut kedatangan jenazah almarhum.

“Terimakasih sudah berpartisipasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mengenai pesan almarhum sebelum berangkat ke Kalimantan, ia mengaku almarhum sempat meminta memakai baju putih. Padahal saat itu baju putih sedang kotor dan meminta sang istri untuk mencuci.

“Saat keberangkatan memang memakai baju putih. Jadi memang sudah ada tanda-tanda, kita keluarga yang tidak tahu,” tutupnya.
(Prb)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA