BerandaBeritaSimak,!! Siapa Dalang Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes

Simak,!! Siapa Dalang Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes

KABUPATEN TANGERANG – Trisula.Org – Akhirnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kembali menetapkan tersangka kasus korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) tahun Anggaran 2018 dan 2020.
Mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Provinsi Banten berinisial IS dan mantan Ketua Tim Evaluasi Penganggaran Hibah Ponpes berinisial TS telah resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Banten pada Jumat, 21 Mei 2021,

Dalam kasus dugaan korupsi dana Ponpes tersebut Kejati Banten mengungkap kasus korupsi Dana Hibah Pondok Pesantren tahun anggaran 2018 dan 2020 mendapatkan apresiasi dari sejumlah kalangan, salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas Masyarakat Pemberantas Korupsi, Kabupaten Tangerang (LSM – Kompak)

H.Retno Juarno selaku Ketua Umum LSM Kompak kepada awak media menyampaikan, Ia sangat mengapresiasi keberhasilan Kejati Banten dalam mengungkap para tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah ponpes, mulai dari April hingga Mei 2021 jumlah tersangka kasus korupsi tersebut terus bertambah,”ujarnya

“Namun hal itu membuat sejumlah kalangan masyarakat juga terus bertanya – tanya, siapa sebenarnya dalang di balik korupsi dana hibah ponpes tahun anggaran 2018 dan 2020 ?,

Hal ini perlu terus segera di ungkap agar persoalan korupsi dana hibah ini menjadi terang benderang,,” kata Retno Juarno. Minggu, (23/05/2021).

“Pengungkapkan kasus korupsi dana hibah ponpes mungkin hal yang sangat melelahkan bagi Kejati Banten, Namun kami meyakini Kejati Banten dapat mengungkap kasus korupsi ini hingga tuntas keakarnya,”jelasnya

“Dan kami sangat yakin Kejati Banten dapat mengungkap kasus korupsi dana hibah pondok pesantren, karena masyarakat Banten khususnya sangat mengharapkan kasus korupsi dana hibah ponpes diungkap secara tuntas,” ucap Retno.

Dilansir dari Kompas.com, IS Mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten yang menjadi tahanan Kejati Banten atas dugaan kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes tahun anggaran 2018 dan 2020, merasa dirinya dikorbankan oleh seseorang dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

IS lewat pengacaranya Alloy Ferdinan menerangkan, Bahwa IS terpaksa tetap mengalokasikan dana hibah untuk ponpes karena ada perintah dari atasannya. Ia mengaku bahwa kliennya adalah korban karena jabatannya,”terang Alloy

“Saat itu klien kami sudah merekomendasikan agar pemberian hibah kepada Ponpes ditunda saja pada anggaran tahun berikutnya, karena waktunya sudah melampaui batas, namun ini karena perintah atasannya (Gubernur Banten) dana hibah itu tetap dianggarkan di tahun 2018 maupun 2020,” ungkap Alloy, melalui sambungan teleponnya

Padahal pada saat pertemuan di rumah Dinas Gubernur Banten, Klien kami tidak memiliki kemampuan untuk menolak permintaan Gubernur Banten H.Wahidin Halim untuk menyalurkan bantuan dana hibah ke ponpes tersebut

“Bahkan Klien kami jika tidak menuruti, maks dianggap mempersulit, hingga akhirnya dia berusaha meminimalisir sehingga dana itu tetap keluar, dan dicairkan,” tutur Alloy.

Sementara itu Ujang Sugiri, selaku Juru bicara Gubernur Banten, membantah pernyataan kuasa hukum tersangka IS yang menyatakan bahwa Gubernur Banten mendesak agar segera mencairkan dana hibah tersebut, walaupun jelas melanggar aturan. “Yang dimaksud, diperintah Gubernur Banten H.Wahidin Halim bukan dilakukan dengan cara – cara yang melanggar aturan,”terangnya

“Perintah Pak Gubernur bukan perintah untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Tapi, perintah untuk mengimplementasikan program sesuai dengan peraturan yang berlaku,”jelasnya

“Perintah untuk mencairkan dana hibah Ponpes berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub). Yaitu Peraturan Gubernur tentang pedoman pemberian Dana Hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Banten merupakan pedoman pelaksanaan yang harus di implementasikan, “Itu yang di perintahkan Pak Gubernur soal program hibah,” jelas Ujang Sugiri dalam pembelaannya

Reporter : Ari Ariyanto
Editor : Wit
Publisher : Har

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA