BerandaBeritaPolda Banten Ungkap 690 Akta Jual Beli (AJB) dan Akta Hibah Palsu

Polda Banten Ungkap 690 Akta Jual Beli (AJB) dan Akta Hibah Palsu

 

KABUPATEN TANGERANG – Sesuai Instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait Pengusutan tuntas kasus tindak Pidana Mafia tanah di Indonesia, akhirnya Polda Banten kembali melakukan pengungkapan kasus Mafia Tanah.

Kali ini Satgas Mafia Tanah Polda Banten mengungkap sebanyak 690 Akta Jual Beli (AJB) dan Akta Hibah palsu yang berada di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Dimana sebelumnya, Satgas Mafia Tanah Polda Banten juga telah mengungkap kasus Mafia tanah berupa pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) pada bulan Februari 2021 dan Sindikat Pemalsuan Girik Palsu pada bulan Maret 2021 lalu.

Saat ditemui Awak Media, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny mengatakan bahwa pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang tersebut atas laporan dari sejumlah masyarakat,” jelasnya.

“Pengungkapan kasus ini sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/94/III/RES.1.9./2021/SPKT I/Banten pada tanggal 03 Maret 2021. Dimana kronologisnya berawal dari diketahui bahwa tanda tangan Atas Nama Babay, S.Pd., M.Si telah dipalsukan dalam Akta Jual Beli dengan Nomor: 231/2019, tanggal 11 Februari 2019 oleh JS yang merupakan PNS dengan jabatan Kasi Ekbang di Kecamatan Pabuaran. Namun JS juga merupakan tersangka di perkara lain,” terangnya

Dari peristiwa tersebut kemudian Camat Pabuaran Asnawi, S.Pd., M.Si mencari dan merekap data Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang pernah diproses pada masa jabatan Babay, S.Pd., M.Si semasa menjabat sebagai Camat Pabuaran kurun waktu 2016 – 2019,”ujar Martri Sonny di Aula Serbaguna Bidhumas Polda Banten (29/04/2021).

“Hasil perekapan dari kurun waktu bulan Januari 2018 sampai dengan Bulan Desember 2019 terdapat beberapa Blangko minuta Akta (Akta Jual Beli dan Akta Hibah) yang masih kosong, dan terdapat tanda tangan atas nama Babay, S.Pd., M.Si yang telah di palsukan oleh tersangka Dedi Setia Budi yang merupakan pekerja honorer di Kecamatan Pabuaran,” lanjut Martri Sonny.

Akibat peristiwa tersebut, lanjut Martri Sonny menambahkan bahwa telah banyak masyarakat yang menjadi korban karena proses permohonan Akta (Akta Jual Beli dan Akta Hibah) yang diajukan melalui pihak Desa yang di proses oleh tersangka Dedi Setia Budi tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dan tanda tangan PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara) atas nama Babay, S.Pd., M.Si.,selaku pejabat yang menanda tangani surat AJB tersebut,” ungkapnya

Akibat pemalsuan tersebut Babay, S.Pd. M.Si merasa dirugikan dimana jabatan dan wewenangnya telah dimanfaatkan oleh tersangka Dedi Setia Budi untuk melancarkan niat jahatnya,”ucapnya

Martri Sonny juga menyatakan, berdasarkan kronologis kejadian tersebut, Anggota Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten langsung bergerak cepat, melakukan penggeledahan kerumah tersangka Dedi Setia Budi.

“Anggota langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan memperoleh bukti – bukti dari tersangka. Dan bahwa tersangka telah melakukan perbuatan pemalsuan tandatangan dalam Akta Jual Beli dan Akta Hibah dari tahun 2018 hingga 2019 ketika menjadi PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara) di Kecamatan Pabuaran,” imbuh Martri Sonny.

Ditempat yang sama, Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah menjelaskan bahwa barang bukti berupa Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tersangka ada sebanyak kurang lebih 690 Akta,”terangnya.

“Adapun total barang bukti Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan dan tandatangannya sebanyak 690 Akta. Dimana sebanyak 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka,” jelas Dedy Darmawansyah.

“Dan dari hasil membuat Akta tersebut, tersangka memperoleh jasa per-tiap Akta paling sedikit sebesar Rp. 1.000.000 dan paling besar Rp. 4.000.000 dan rata – rata sebesar Rp. 2.000.000, jika ditotalkan yang telah diterima tersangka sebesar Rp.1,3 milyar,” ungkap Dedy Darmawansyah.

Adapun ancaman Pidana terkait kasus tindak Pidana Pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tersebut dikenakan pasal berlapis dengan pidana kurungan 6 tahun penjara karena telah melanggar Pasal 263 KUHPidana, dan Pasal 264 KUHPidana, pidana penjara paling lama 8 tahun penjara.

Sementara itu, H.Retno Juarno selaku Ketua LSM Kompak (Komunitas Masyarakat Pemberantas Korupsi) Kabupaten Tangerang, mengapresiasi terkait pengungkapan kasus pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten tersebut,” jelasnya

“Ini merupakan sebuah keberhasilan yang luar biasa yang dilakukan Ditreskrimum Polda Banten melalui Subdit II Harda Bangtah,” ujar H.Retno Juarno

“Dan bersiaplah untuk menunggu giliran bagi para mafia tanah di Kabupaten Tangerang.

“Sekali lagi, kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila merasa memiliki dan telah merasa dirugikan, sekarang boleh melakukan konfirmasi ke Satgas Mafia Tanah yang ada di Ditreskrimum Polda Banten. Adapun Nomor telepon Satgas Mafia Tanah yang bisa dihubungi adalah 081390545679,” terang Retno Juarno

Jadi bagi masyarakat Provinsi Banten yang merasa dirugikan terkait dengan jual beli dan sebagainya terkait dengan tanah silahkan hubungi Satgas Mafia Tanah Ditreskrimum Polda Banten,” pungkas Retno Juarno.

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA