BerandaBeritaPerkumpulan Leuwikeris Hejo dan Taruna Mukti Hadiri Launching Pupuk KOHE KPBS.

Perkumpulan Leuwikeris Hejo dan Taruna Mukti Hadiri Launching Pupuk KOHE KPBS.

Trisula.org |Kab.Bandung-Launching pemasaran perdana pupuk organik limbah kotoran hewan (kohe), pupuk organik Koperasi Peternakan Susu Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, dalam mendukung program Citarum Harum pada Kamis (2/9/2021), di Pangalengan dihadiri Lembaga Sosial Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kelestarian Alam “Leuwikeris Hejo” Tasikmalaya-Ciamis,secara virtual juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepaskan dan meresmikan pengiriman perdana tersebut.

Selain itu juga hadir langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kepala DKPP Jabar Jafar Ismail, Direktur UMKM BJB Jawa Barat dan Pimpinan BJB  Kabupaten Bandung serta Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kol. Arm Nursamsudin, dan Uus Permana Ketua Kelompok Taruna Mukti Tangguh Mandiri dan banyak lagi yang hadir dengan tetap mematuhi Prokes yang ada.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar menginisiasi peternak sapi perah untuk mengelola kotoran sapi menjadi pupuk organik, selain untuk menambah nilai ekonomi, misi yang paling penting adalah mengurangi masalah pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Salah satu kelompok yang telah berhasil melakukan pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik dengan merk Kosa Plus yang juga telah memiliki pasar adalah Kelompok Taruna Mukti Tangguh Mandiri di Kabupaten Bandung. Kelompok ini sudah memiliki sertifikat organik dan telah melakukan kerja sama pemasaran dengan Lembaga Sosial Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kelestarian Alam “Leuwikeris Hejo”. Pengolahan pupuk organik tersebut kemudian direplikasi oleh para peternak anggota KPBS dan KPSBU.

Saya selaku Ketua Kelompok Taruna Mukti mengapresiasi kegiatan ini semoga, kedepanya bisa menumbuhkan pemberdayaan dan kesadaran yang nyata bagi semua pihak terkhusus para peternak agar sadar dan tidak lagi mencemari Sungai Citarum, semoga kegiatan ini menjadi berkah dan menambah nilai ekologi yang mampu menjadi nilai ekonomi untuk nilai tambah kesejahteraan peternak yang ada di Kab.Bandung, ujarnya.

Uus Permana sapaan akrabnya juga menambahkan beberapa Visi-Misi kelompoknya sebagai wujud konsistensi dalam penanggulangan limbah Kohe agar tidak mencemari lingkungan sebagai berikut:

VISI :
• Menjadi kelompok usaha yang besar dalam mendukung program – program Pemerintah yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi daerah sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, peduli limgkungan dan terdepan dalam pemberdayaan.

MISI :
• Mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak terhadap pembangunan masyarakat.
• Membangun kesadaran masyarakat dalam hal penanganan limbah ternak, melalui Penyuluhan dan Pelatihan.
• Meningkatkan kemampuan managemen kelompok dalam halpengelolaan usaha.
• Menggali potensi usaha limbah kotoran sapi untuk dijadikan suatu usaha yang bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.
• Meningkatkan SDM kelompok supaya lebih Inovatif dan Kreatif.
• Mengembangkan usaha pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi menjadi produk organik yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik.

Demikian paparan singkat Kelompok  Taruna Mukti dengan Produk yaitu Kosa plus Taruna Mukti, semoga kedepanya tingkat pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dapat terus berkurang, dari tingkat cemaran berat menjadi sedang, dan dari tingkat cemaran sedang menjadi ringan, sehingga diharapkan dalam 3 (tiga) tahun ke depan bebas dari pencemaran limbah peternakan,pungkasnya.

Pada kesempatan Launching Pemasaran Perdana Pupuk Organik Limbah Kotoran Hewan (KOHE) ini, juga dilakukan :

Penandatangan Perjanjian Kerjasama Ketua KPBS Pangalengan dengan PT Leuwikeris Hejo;
Penandatanganan MoU antara Ketua KPBS Pangalengan dengan Bank Jabar Banten tentang Pemanfaatan Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Pemberian Buku Rekening Dana Pensiun dari Bank BJB kepada 10 orang petani milenial sapi perah.

Dr.Edy Suroso Ketua Umum Leuwikeris Hejo, dalam sambutanya memaparkan Leuwikeris Hejo adalah Lembaga sosial yang mempunyai konsen pada Kelestarian alam, ketanguhan ekologi untuk kemandirian ekonomi.

Leuwikeris Hejo hadir sebagai NGO (Non Government Organization) yang berbasis IT (Start-UP) dengan konsep program akselerasi restorasi lahan terintegrasi berkelanjutan dalam kerangka pembangunan ekonomi kerakyatan.

Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya Pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan air, baik untuk keperluan sehari-hari masyarakat, pertanian, maupun sumber energi listrik. Namun pada proses pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris jelas akan berdampak juga terhadap kerusakan lahan sekitar. Pelaksanaan Proyek Nasional Bendungan Leuwikeris memakan waktu yang tidak sebentar sehingga kerusakan lahan yang terjadi selama kurun waktu proyek tersebut bisa berdampak serius terhadap kelestarian lingkungan. Sehingga diperlukan kegiatan restorasi lahan dan penghijauan secara pararel bersamaan dengan pengerjaan proyek tersebut, paparnya.

Penghijauan ini dikerjakan secara terintegrasi yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti Pemkab Tasikmalaya, Pemkab Ciamis, Universitas Siliwangi, Universitas Galuh, Mitra penyedia bibit, mitra penyedia pupuk, ahli-ahli bidang penghijauan, mitra-mitra donasi dan yang paling utama adalah mitra tani yang direkrut dari warga/ masyarakat sekitar bendungan sebagai kader Sobat Hejo yang nantinya akan dibina dalam SOP penanaman serta tata usaha dari hasil tanaman produktif, yang diharapkan mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tersebut.

Kegiatan pada hari ini merupakan salah satu rangkaian realisasi dari integrasi kolaborasi dengan stake holder, yang sebagian besar telah kami laksanakan.  Hari ini sangat special karena akan merealisasikan kolaborasi epic antara Leuwikeris Hejo dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan dalam pemasaran pupuk organik yang berasal dari limbah kotoran sapi. Pembuatan pupuk organik yang dilakukan oleh KPBS Pangalengan merupakan upaya dalam mendukung program citarum harum. Selama ini limbah kotoran sapi dibuang ke sungai yang diduga menjadi penyebab pendangkalan dan pencemaran.

Perjanjian kerja sama antar Leuwikeris Hejo Sebagai pelaksana program penghijauan dengan KPBS Pangalengan Sebagai Unit usaha pengolah pupuk organik maka diharapkan terjalin hubungan symbiosis mutualisme, dimana kontinuitas kebutuhan pupuk untuk kegiatan penghijauan di Leuwikeris terjamin disisi lain program citarum harum dapat tercapai.

Demikian, semoga penandatanganan kerja sama yang akan kita laksanakan pada hari ini membuka jalan untuk kebaikan dan keberkahan bagi kita semua dan juga bagi kelestarian alam, tutupnya. (Red/Zulfi)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA