BerandaBeritaPenjualan Aset KUD Sejumlah Desa di Tangerang, Diduga Oknum Aparat Terlibat

Penjualan Aset KUD Sejumlah Desa di Tangerang, Diduga Oknum Aparat Terlibat

TRISULA.ORG

KABUPATEN TANGERANG ~ LSM.KOMPAK (Komunitas Masyarakat Pemberantas Korupsi) Kabupaten Tangerang menemukan dugaan adanya penjualan lahan/aset KUD oleh Oknum tak bertanggung jawab dan Puskud (Pusat Koperasi Unit Desa) di wilayah Provinsi Jawa Barat (red.Sebelum Provinsi Banten) tepatnya di Desa Sukamulya Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang.

Menurut Keterangan Ketua LSM. Kompak H.Retno Juarno mengatakan, dari hasil Investigasi diduga telah terjadi penjualan lahan yang ditemukan di Desa Sukamulya Kecamatan Sukamulya yang diperjual belikan oleh seseorang oknum berinisial (M) yang mengaku dari Puskud (Pusat Koperasi Unit Desa) Jawa Barat, dan dijual kepada warga setempat inisial (J ) dengan harga kisaran ratusan Juta Rupiah, dengan luas lahan kurang lebih 700 M² dan itu pun langsung dibuatkan Akte Jual Beli (AJB) di salah satu Notaris,” terangnya

Atas kejadian itu, H.Retno Juarno juga mempertanyakan dasar hukum penjualan Aset KUD tersebut, karena menurutnya, Puskud bukanlah yang berwenang dan kapasitas mengambil alih lahan KUD, apalagi sampai lahan tersebut di jual,” jelasnya.

“Klo di jual oleh Puskud, coba saya tanya uang hasil penjualan tanah itu di setorkan kemana, mana bukti penyetoran nya?,” kata H.Retno Juarno kepada wartawan,(19/02/2021)

Untuk memastikan hal itu, tim Lsm.Kompak juga menelusuri dokumen penjualan tersebut dan berdasarkan keterangan saksi dan bukti dokumen transaksi itu berada di Desa, yang mana saat ini telah dilakukan pemasangan patok pada lahan tersebut oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

”Berdasarkan penulusuran tim kami lahan KUD tersebut diduga di jual tanpa landasan hukum yang jelas, hingga Ketua maupun pengurus KUD sendiri pun tidak mengetahui adanya penjualan aset tersebut

Hal itu juga dibenarkan oleh Bay Mahdi, selaku Ketua KUD Kaliasin, saat ditemui Awak media menjelaskan, “Dari dulu hingga kini, saya tidak pernah menyerahkan ataupun menjual lahan tersebut,” ujarnya heran

Hal ini juga terjadi pula dengan Ketua KUD Gandaria H.Sudrajat. Menurutnya, salah satunya aset lahan KUD Gandaria yang ada di Desa Bakung Kecamatan Kronjo itu pun sama. “Saya sendiri pun, bahkan, tidak mengetahui hal tersebut,”ujar H. Sudrajat

Bahkan informasi yang kami dapat Oknum yang mengaku dari Puskud tersebut meminta dilakukan pemasangan patok pada lahan atau tanah tersebut karena mengklaim sudah dibayar oleh pengelola,,“ ujarnya

Oleh karena itu H.Retno Juarno, menduga terjadinya penjualan lahan KUD ada keterlibatan Aparat Desa setempat, lantaran berdasarkan data yang ada di Lsm.Kompak, itu Dokumen transaksi berada di Desa.

Hasil kajian Tim LSM Kompak, jika benar telah terjadi penjualan lahan aset KUD tersebut, maka dapat dipastikan telah memenuhi unsur pelanggaran hukum, diantaranya terkait penjualan tidak memiliki dasar hukum dan tidak sesuai prosedur, adanya penyalah gunaan wewenang, dan juga adanya Transaksional yang di duga Koruktif,” paparnya

Dirinya menjelaskan, lahan seluas kurang lebih 1.716 M2 tersebut telah di jual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”Jadi kesimpulan kajian kasus ini sudah layak untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum,” tutup H.Retno Juarno

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA