BerandaBeritaPara Pedagang Pasar Bantar Gebang, Merintih Akibat Kios Yang Sangat Mahal

Para Pedagang Pasar Bantar Gebang, Merintih Akibat Kios Yang Sangat Mahal

Trisula.org || Bekasi – Senin 25/01/2021 lalu Tim Awak Media sengaja menyambangi Pasar Bantar Gebang guna menjalankan fungsi pers sebagai kontrol dari kebijakan pemerintahan terkait Revitalisasi 4 Pasar di wilayah Pemkot Bekasi yang mana salah satunya Pasar Bantar Gebang. Dalam hal ini kami dari awak media sekaligus tim investigasi datang ke Wilayah Pasar Bantar Gebang dalam rangka sehubungan dikeluarkannya surat edaran dari pihak Pengelola Pasar Bantar Gebang dgn Nomor : 027/004-PBG/I/2021 tertanggal 07 Januari 2021 perihal pemindahan pedagang kaki lima (pkl) yang ada di luar agar masuk ke dalam menempati Los/Kios di dalam gedung yg telah di persiapkan.

Ketua Harian AWPI Rendy Bachtiar mengatakan Dimasa pandemi yang serba sulit ini para pedagang Pasar Bantar Gebang Harus dengan pasrah mengikuti aturan yang berlaku tentang harga kios yang anggaran RAB nya sebesar 43,3 Milyard dari Pemkot Pusat untuk Revitalisasi Pasar Bantar Gebang ini.

Mengikuti surat edaran dari PT. JAVANA kepada para pedagang yang hari ini tanggal 25 Januari 2021 harus mengosongkan tempat kios mereka untuk direvitalisasi pihak pengembang tim media melihat masih banyak para pedagang yang masih membuka kios kios mereka.

Setelah awak media bertanya kepada MT salah satu pedagang disana pengosongan ini ditunda sampai tanggal 28 Januari nanti pindah ke kios sementara om ujar MT, bahkan secara spontan MT mengatakan bahwa baru pagi tadi ada insiden pekerja yang akan merehab kios yang akan dijadikan toko mas tertiban reruntuhan tembok saat hendak membobol dinding kios yang hendak direhab tersebut hingga pingsan om, tambah MT.

Hingga timbul penelusuran awak media tentang Program Revitalisasi Pasar Bantar Gebang ini perbaikan secara keseluruhan atau perbaikan yang perlu diperbaiki saja, ?? sedang harga kios yang diajukan kepada para pedagang harga kios baru. Ketua Tim P3B Mulyati saat diwawancarai awak media perihal uji kelayakan bangunan pasar Bantar Gebang hingga 20 tahun kedepan beliau pun mengatakan belum mengetahui uji kelayakan bangunan Pasar Bantar Gebang yang kini sudah berusia sekitar 24 tahun sejak ditempati tahun 1996 ujar Mulya

menurut keterangan Ketua P3B ibu Mulya, Uji Kelayakan tersebut sudah pernah di pertanyakan pada saat pertemuan pedagang dengan pihak pemkot bekasi, akan tetapi sampai saat ini bukti uji kelayakan bangunan tersebut tidak bisa di buktikan oleh pihak pemkot bekasi, sehingga ini menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi para pedagang untuk menolak kebijakan harga yang telah ditetapkan oleh pihak pengembang yang dikeluarkan tanpa sosialisasi kepada keseluruhan pedagang yang ada, melainkan hanya di wakili oleh segelintir oknum yg telah berani mencatut dan mengatas namakan perwakilan para pedagang tanpa adanya kuasa yg mempunyai legalitas yg jelas tambah Mulya.

Jadi para pedagang menyimpulkan bahwa pembangunan pasar bantar gebang ini hanya sebatas renovasi saja, ibarat barang second tapi dihargai dengan harga barang baru dan terkesan pemerintah menjadikan rakyatnya sendiri menjadi ladang untuk berbisnis guna mengeruk suatu keuntungan yang luar biasa dari rakyatnya sendiri yakni para pedagang pasar yg pada saat ini lagi terpuruk perekonomiannya dikarenakan wabah pandemi covid 19.

Dan juga bilamana hal seperti diatas benar adanya, maka dapat di simpulkan bahwa harapan dan himbauan Presiden RI Bpk. Ir. H. Joko Widodo agar supaya jajaran yg ada dipemerintahan berusaha membantu kembali menggeliatkan pasar pasar tradisional tidak dapat untuk di realisasikan, sehingga rakyat semakin terpuruk dan harapan hanya tinggal sebatas harapan belaka.

Mulya pun melanjutkan bahwa saat pertemuan para pedagang bantar gebang dengan pemkot setempat saat menanyakan uji kelayakan bangunan pasar ini pun sampai saat ini belum mendapatkan jawaban. Mulyati berharap pemkot dan pengelola pasar Bantar Gebang benar benar memikirkan nasip para pedagang akan keselamatan mereka, dan berharap harga kios pun di selaraskan dengan harga yang wajar tutup mulyati.**

(Tim Redaksi)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA