BerandaBeritaOrtu Wali Murid Di Dampingi LSM Bengok Di Kantor DPRD Kab. Mojokerto

Ortu Wali Murid Di Dampingi LSM Bengok Di Kantor DPRD Kab. Mojokerto

Mojokerto – Trisula.Org – Satu lagi Hal yang sangat di sayangkan terjadi di Kabupaten Mojokerto, Orang tua wali murid yang di dampingi langsung oleh Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) MPP2KN akhirnya Bengok ke kantor DPRD Kabupaten Mojokerto Rabu, (23/06/2021) pagi sekitar pukul 09.00 Wib. Hal ini sebagai tindak lanjut dari pengaduan yang telah di layangkan beberapa bulan lalu. Penerbitan Buku LKS yang di disinyalir untuk menguntungkan diri pribadi seseorang, tanpa adanya prosedur atau persyaratan mutlak yang wajib di cantumkan di dalam penerbitan buku tersebut, yang telah di tetapkan oleh perpustakaan Nasioanal yang mempunyai kewenangan dalam penerbitan Buku Sekolah.

Hadi Purwanto S.T yang juga sebagai perwakalian Wali Murid di SDN Pohkecik Kecamatan Dlanggu juga di dampingi Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat ( MPPK2N ) Bang Ali membeberkan, coba lihat sampul Depan tidak ada persamaan dengan tulisan Belakang Buku,di tambah lagi penulis Buku tidak tercantumkan di Halaman tersebut.Padahal sudah jelas apabila ada penerbitan suatu buku,harus melalui beberapa aturan dan tahapan yang sudah menjadi syarat mutlak yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat

“Di duga Buku ini sudah menyebar di beberapa Sekolahan kurang lebih 18 kecamatan yang ada di Mojokerto,hampir di semua sekolah membelinya,” ungkap Hadi dengan nada geram

“Bahkan kami Sudah melakukan pengiriman surat kepada Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, tapi Sungguh saya sayangkan sampai saat ini belum ada jawaban ataupun tanggapan dari Orang nomor 1 di Mojokerto ini, ” tambah Hadi dengan nada terenyuh

 

Di ruang terpisah Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Akhiyat dari Fraksi Hanura saat di konfirmasi Wartawan memberikan jawaban, bahwa memang Buku tersebut salah cetak harusnya bukan 978-602-9622-65-6 tapi 978-602-5622 yang saat ini sedang saya koordinasikan dengan pihak pencetak

” Memang saya akui, itu salah cetak dan saya sudah berkoordinasikan dengan pihak terkait kesalahan tersebut,” jelasnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa anggota DPRD yang berinisial AY di laporkan telah melanggar kode Etik sebagaimana dalam pasal 401 UU No.17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD dan pasal 189 UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah terkait penerbitan dan Perdagangan Buku Pendamping Materi “PENJASORKES” kelas 6 SD/MI

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh SE, MM, Ketika di konfirmasi Via Whattsap mengaku bukan tidak di respon Laporan tersebut, tapi disposisinya baru di Badan Kehormatan (BK) Dewan.

” Bukan tidak ada respon, kan suratnya baru masuk disposisi ke Badan Kehormatan” Tandas Ayni Zuroh SE, MM Ketua Dewan Kabupaten Mojokerto Via Whattsap.

Lebih lanjut Hadi menambahkan setelah laporan ini tidak ada respon, Dirinya akan membuka Posko pengaduan di tiap kecamatan di Mojokerto sebagai konsumen buku LKS dari kelas 1 sampai 6 yang pernah membeli buku LKS yang hasil menjiplak dari buku penerbit lain

Reporter : Slmt
Editor : Wt
Publisher : Har

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA