BerandaBeritaMantap.. Bupati Tangerang, Berani "Semprot" Wakil Gubernur DKI Jakarta

Mantap.. Bupati Tangerang, Berani “Semprot” Wakil Gubernur DKI Jakarta

TRISULA.ORG

KABUPATEN TANGERANG ~ Luar biasa, begitulah ungkapan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Tangerang, ketika melihat dan mendengarkan pernyataan Bupati Tangerang, H.Ahmed Zaki Iskandar saat mengkritisi sebuah pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria terkait Okupansi sejumlah Rumah Sakit di wilayah DKI Jakarta yang penuh akibat banyaknya jumlah pasien Covid-19 rata – rata dari kawasan Bodetabek hingga sampai 30 Persen.

Bupati Tangerang, H.Ahmed Zaki Iskandar menuturkan dalam percakapannya yang Live di salah satu TV Swasta, “Seharusnya mereka tidak perlu mempermasalahkan soal domisili pasien, karena itu tidak penting dipersoalkan, “jelasnya

Sebab, terkait Pandemi Covid-19 merupakan masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan secara bekerja sama dengan wilayah perbatasan, “terangnya

“Kami Pemkab Tangerang tidak pernah dan membeda – bedakan dari mana saja asal pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan medis selama ini.

“Terkait, jika soal banyaknya warga di luar DKI yang dirawat disansa (red. RS Covid-19 DKI), menurut saya kita (red.Kabupaten Tangerang) pun, juga sama merawat warga dari Jakarta.

“Ini masalah kemanusiaan lho..?, tidak harus dibeda – bedakan, masyarakat itu dari mana dan asal mana. Dan saya pikir, khususnya Jabodetabek mustinya harus bekerja sama,” ucapnya (30/01/2021).

Bupati Tangerang juga mengungkapkan, bahwa Warga DKI Jakarta juga ikut memenuhi kapasitas Rumah Sakit rujukan, hingga rumah singgah Covid-19 di Wilayah Kabupaten Tangerang.

“Di kita (red.Tangerang), Rumah Sakitnya juga penuh, kalau tak percaya silahkan Cek saja di RSUD Kabupaten Tangerang, lalu RS Siloam Kelapa Dua, di sana pun penuh, dan dirawat juga orang dari DKI. Jakarta, “jelasnya.

Belum lagi yang di Rumah Singgah, Jadi, di sini kita kesampingkan masalah masyarakat dari mana dan asalnya, karena ini adalah masalah sisi kemanusiaan yang tidak bisa batasi oleh wilayah, “Ungkap Zaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta

Oleh karena itu, Pemkab Tangerang saat ini tengah melakukan sejumlah penambahan fasilitas kesehatan dalam penanganan Covid-19. Bahkan kini Pemkab Tangerang telah menambah 150 tempat tidur di rumah isolasi dan 14 tempat tidur ICU.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan pernyataannya, jika selama ini menilai, jumlah kapasitas Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Jakarta tidak akan mencapai 80 persen tanpa keberadaan pasien dari luar Jakarta, “terangnya

Namun dirinya, dengan jelas menegaskan, jika Pemerintah Provinsi DKI berkomitmen hanya akan melayani seluruh pasien Covid yang ber-KTP DKI Jakarta.

“Silahkan lihat Faktanya, sampai hari ini tidak kurang dari 24 – 30 persen kami ikut melayani warga di luar Jakarta. Yang artinya kalau saja tanpa itu, sebetulnya posisi kami (red.DKI Jakarta) tidak pada 84 atau 86 persen Okupansinya,”ujar Riza Patria

Menurut hitung – hitungan Politikus Partai Gerindra itu, keterisian tempat tidur di sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid -19 di Jakarta berkisar 60 persen,”Itu jika seluruh pasien yang dirawat dan sakit adalah warga DKI saja, “terangnya

“Kisarannya hanya tinggal 60-an atau 55 saja, akan tetapi karena kami selama ini memberikan pelayanan tidak membedakan, seluruh warga Indonesia.

Bahkan semua kami layani secara baik, apakah orang Jakarta maupun Non Jakarta maka Okupansi kami jadi naik sampai dengan 84 – 86 persen,”jelasnya.

Ia pun memastikan Pemprov DKI pun akan terus menambah kapasitas fasilitas kesehatan agar pelayanan pasien Covid-19 tidak tumbang sebagaimana yang disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Lia Gardenia, “ucapnya

Lia Gardenia sendiri mengingatkan kepada seluruh rumah sakit di Indonesia, jika dengan keterpakaian tempat tidur lebih dari 60 persen untuk berhati-hati.
Sebab, keterpakaian tempat tidur di atas 60 persen bisa mengakibatkan rumah sakit Kolaps atau Stagnasi, “jelasnya.

“Kalau (keterpakaian rumah sakit) 60 persen juga sudah meningkat tapi oke lah masih bisa tambah pasien baru. Tapi kalau sudah kayak 85 persen susah banget mau memindahkan, “pungkasnya

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA