BerandaBeritaKetua Satria Banten, Siap Kawal Dugaan Kasus Korupsi Dana Ponpes Banten

Ketua Satria Banten, Siap Kawal Dugaan Kasus Korupsi Dana Ponpes Banten

KABUPATEN TANGERANG – Trisula.Org – Kasus Korupsi yang berhasil di bongkar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam 3 pekan terakhir, menjadi buah bibir kalangan di masyarakat. Mulai dari Aktivis, Pengamat Hukum, dan sejumlah Tokoh Masyarakat di Wilayah Provinsi Banten.

Salah satunya dari seorang tokoh Pemuda asal Jayanti Kabupaten Tangerang Debi Yusuf Ardabili. S.Pd.i. Menurutnya Korupsi di Banten bukanlah hal aneh. Ia mengatakan secara sederhana soal pemikiran tentang korupsi.

Bahkan, kata Billy yang akrab dipangil menjelaskan, jika pelaksana proyeknya sesuai arahan Polda atau Kejati bisa kira – kira lumayan aman.

“Bener atau tidak? coba pikirkan secara cerdas. Gubernur bersama jajarannya tidak cerdas sih,” kata Billy yang juga selaku Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Satria Banten (30/05/2021).

Ia juga menegaskan, kasus korupsi sekecil apapun, pengadilan rakyat lebih mengerikan, dan dirinya mengaku siap menjadi eksekutor para pelaku korupsi.
“Ingat, pengadilan rakyat ini berlaku,” tegas Debi Yusuf Ardabili. S.Pd.i

Billy juga berpesan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Bahwasanya jangan salahkan pejabat yang di angkat dan di sumpah diatas Al-Qur’an.

“Apakah mereka pernah ikut peduli terhadap pejabat yang angkat. Ingat, pengadilan rakyat lebih mengerikan,” tandasnya.

Diketahui, pada 3 pekan lalu Kejati Banten berhasil membongkar 2 kasus indikasi korupsi sekaligus di Tanah Jawara ini. Yaitu Kasus Korupsi Dana Hibah Ponpes dan juga Kasus Korupsi pengadaan Masker dan kini sudah viral di sejumlah media massa.

Mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten IS akan membantu penyidik mengungkap kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren (Ponpes) tahun anggaran 2018 dan 2020.

Bahkan IS kini siap mengajukan diri menjadi “Justice Collaborator” (JC) untuk membantu Kejaksaan Tinggi Banten membongkar kasus korupsi yang menghebohkan tersebut

Untuk diketahui JC itu merupakan saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Pengacara IS, Alloy Ferdinan mengatakan, alasan mengajukan JC karena kliennya merasa sebagai korban dan siap membongkar siapa saja yang terlibat.

“Pak IS dalam dugaan tindak pidana korupsi yang disematkan pada dirinya merupakan korban. Sehingga dengan menjadi JC, diharapkan dugaan korupsi dana hibah di Pemprov Banten dapat terungkap sejelas – jelasnya,” kata Billy saat dihubungi (31/05/2021).

Billy juga menjelaskan menurut Alloy selaku kuasa hukum IS, kliennya akan memberikan data dan fakta yang diketahui kepada penyidik, agar terungkap siapa aktor intelektual dan pihak – pihak yang terlibat di balik kasus korupsi dana hibah ponpes tersebut,”jelasnya

“Kami tidak ingin di kemudian hari ada permasalahan dana hibah di Pemprov Banten lagi, tidak terulang,” ujar Billy.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Asep Nana Mulyana mempersilakan apabila tersangka IS ingin membantu penyidik untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dana hibah ponpes.

“Silakan saja ajukan (JC), kami tentu nanti akan pelajari, dan tentu akan kami proses sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. Silakan saja, kami terbuka,” kata Asep kepada wartawan.

Reporter : Ari Ariyanto
Editor : wit
Publisher : Harianto

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA