BerandaBeritaJangan Kaget, Setelah EKTP, Sebentar Lagi Juga Akan Muncul Sertifikat Elektrik

Jangan Kaget, Setelah EKTP, Sebentar Lagi Juga Akan Muncul Sertifikat Elektrik

TRISULA.ORG

JAKARTA – Pemerintah segera memberlakukan aturan baru terkait Agraria. Rencananya, semua Sertifikat Tanah Asli milik masyarakat akan segera ditarik mulai tahun ini.

Namun, jangan khawatir, Pemerintah akan menggantinya dengan Sertifikat Elektronik atau disebut juga Sertifikat-el (Sertifikat Tanah Elektronik).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Sofyan Djalil dalam keterangannya saat mengeluarkan Peraturan baru Menteri Agraria dan Tata Ruang (Permen ATR) Nomor : 01/2021 tentang Sertipikat Elektronik.(03/02/2021)

Menurut Sofyan, tujuan dari aturan baru tersebut adalah untuk meningkatkan Indikator berusaha dan pelayanan kepada masyarakat, Serta guna mewujudkan pelayanan pertanahan berbasis Elektronik,” ujarnya

“Ke depan, tidak akan ada lagi Sertifikat Tanah berwujud kertas, semuanya bakal berbentuk Sertifikat Tanah Elektronik atau Sertifikat-el.

Memang menurutnya untuk bisa mewujudkan Sertifikat Elektronik ini Instansi terkait juga harus segera membuat Validasi terlebih dahulu dengan Sertifikat Tanah sebelumnya, juga dari sisi Data, Ukuran Tanah, dan sebagainya,” paparnya

Barulah nanti setelah Validasi selesai dan tuntas, maka Sertifikat Tanah bisa berganti dengan Sertifikat Elektronik.

Nantinya juga, Sertifikat akan disimpan dalam Database secara Elektronik menuju ke alamat penyimpanan masing – masing,” ucapnya

Dengan Sertifikat Elektronik yang Database nya telah tersimpan, maka masyarakat pemilik tanah akan bisa mencetak Sertifikat Tanah miliknya kapan saja dan di mana saja, jika dibutuhkan.

Aturan tersebut sudah tertera dalam Pasal : 16, yakni,

(1) Penggantian Sertipikat menjadi Sertipikat-el termasuk Penggantian Buku Tanah, Surat Ukur dan/atau Gambar Denah satuan rumah susun menjadi Dokumen Elektronik.

(2) Penggantian Sertipikat-el sebagaimana dimaksud pada ayat : 1dicatat pada Buku Tanah, Surat Ukur dan/atau gambar denah satuan rumah susun.

(3) Kepala Kantor Pertanahan menarik Sertifikat untuk disatukan dengan Buku Tanah dan disimpan menjadi Warkah pada Kantor Pertanahan.

(4) Seluruh Warkah sebagaimana dimaksud pada ayat : 3 dilakukan Alih Media (Scan) dan disimpan pada Pangkalan Data.

Adapun Beleid ini sudah diteken oleh Sofyan Djalil sejak 12 Januari 2021.

Sementara itu Dwi Purnama selaku Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN menjelaskan, pelaksanaan Sertifikat Tanah berupa Sertifikat Elektronik itu nantinya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Untuk tahap awal adalah Lembaga Pemerintah dan berlanjut ke Badan Hukum.”Karena Badan Hukum pemahamanan Elektronik dan peralatannya harus lebih siap,” kata dia.

Barulah nanti setelah itu penggantikan Sertifikat Fisik menjadi Sertifikat Elektronik milik warga atau perorangan. Dan nantinya pun Kementerian ATR/BPN memastikan tidak akan menarik Sertifikat secara paksa,” ujarnya

Nantinya penggantian Sertifikat Tanah Analog menjadi Elektronik dilakukan bila terdapat perbaruan Data.

Contohnya jika ada salah satunya terjadi, ada pemberian Warisan, Hibah, atau jual beli. Nanti Penerima Hibah, Pembeli Baru mendapatkan Sertifikat Elektronik (Sertifikat Tanah Elektronik),” terang Dwi mengakhiri.(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA