BerandaBeritaGNH Lakukan Penanaman ditengah Pandemi Covid-19 di Tasikmalaya.

GNH Lakukan Penanaman ditengah Pandemi Covid-19 di Tasikmalaya.

Trisula.org

Tasikmalaya-DPP Gerakan Nusantara Hijau (GNH) bekerja sama dengan TIM SIAP menyelenggarakan sarasehan Program Trisula Deposit Energi sebagai wujud kepedulian untuk Kelestarian lingkungan di Desa Kudadepa Kecamatan Sukahening Kab.Tasikmalaya dengan Motto:Hijau untuk kemakmuran rakyat.

Acara dilaksanakan Senin, (15/03/2021) sebagai wujud nyata dalam Melawan Covid-19 sebagai realisasi Swasembada Pohon GNH untuk mitigasi bencana dan memperkuat ketahanan pangan dari Ekologi untuk menjadi sumber Ekonomi.

Wawan Ketua Umum GNH, dalam sambutannya mengajak semua lapisan agar terlibat dalam kegiatan kemanusiaan untuk lingkungan dengan Program Trisula deposit energi agar adanya sinergi yang baik antara GNH dan Pemerintahan diwilayah Kecamatan Sukahening untuk bekerja sama dan sama-sama kerja dengan melibatkan Safari Agustin selaku ketua harian Geopark Galunggung yang dimana acara dihadiri oleh Muspika Kec. Sukahening,Anggota DPRD Kab.Tasikmalaya yaitu Dedi Kurniawan, dengan narasumber Uus Permana selaku Pengusaha Pupuk Kosa Plus dan Bunda narita (Balsa) selaku penyedia bibit pohon Balsa, sehingga acara menjadi kebaikan yang nyata ditengah Pandemi Covid-19.

“Tentu saja kami mengapresiasi dan menyambut baik. Semua yang hadir dan berpartisipasi untuk mensukseskan Program Swasembada Pohon GNH dalam program kerja Trisula Deposit Energi untuk meningkatkan upaya penananam Pohon dan memaksimalkan pemanfaatan lahan agar produktif,
disampaikan lebih lanjut oleh Martin selaku Wakil Ketua Dpp-GNH.

Sarasehan diawali dengan Pembukaan Do’a dan pembacaan Ayat Suci Al-Quran di tambah serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan di meriahkan dengan penampilan Seni Budaya Pencak Silat ditengah Saresehan tersebut, dilanjutkan diskusi untuk simulasi dan pengenalan Program TDE oleh Ketua Umum GNH beserta Jajaran.

Kemudian disampaikan laporan oleh ketua panitia penyelenggara Sofyan Iskandar, selanjutnya peserta terdiri dari perwakilan Petani Mitra GNH, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, beserta pemerhati Lingkungan.

Di tempat yang sama, Wawan setiawan Ketua Umum GNH dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa terselenggarannya kegiatan itu merupakan upaya untuk mengantisipasi fenomena krsisis Mitigasi Bencana yang terjadi di Indonesia.

“Negara kita sedang mengalami sejumlah krisis, diantaranya krisis jati diri, krisis kepercayaan dan krisis ketauladanan. Sehingga melalui acara ini diharapkan bisa menjadi spirit yang bisa menangkis krisis itu dan menmbuhkan jati diri sebagai Bangsa Indonesia seutuhnya yang peduli dan cinta terhadap lingkungan dan Alam,” jelasnya.

Ia mengaku prihatin, jika generasi sekarang sudah lupa atau tidak peduli terhadap Kelestarian Alam sehingga dengan acara tersebut sehingga menginspirasi semua pihak bahwa Tanpa Petani Negara makan apa? dan tapa Alam tidak akan ada kehidupan lagi.

Pada sesi kedua diisi narasumber Uus Permana dari Kadiv Pemberdayaan GNH dengan materi kearifan lokal membangun kebersamaan dalam keberagaman, untuk dapat memanfaatkan Limbah kotoran sapi agar menjadi pupuk organik yang berkualtas dalam percepatan sebagai sarana penunjang Trisula Deposit Energi.

“Kearifan Petani sebagai Penjaga tatanan Negara Indonesia, bisa menjadi pembelajaran budi pekerti yang baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, kejujujurannya patut dicontoh dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari ” kata Uus.

Menurut Desi Kurniawan sebagai anggota DPRD Kab Tasikmalaya kegiatan tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang akan merehabilitasi lingkungan. “Dan implementasinya harus nyata dimulai dengan serius,” kata Dedi K.

Safari Agustin mengatakan, pemulihan lingkungan harus dilakukan sebagai upaya pembangunan yang akan dikerjakan Geopark Galunggung dan GNH ke depan, yaitu membangun green economy dan green product,”tutupnya.

(Martin Trisula)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA