BerandaBeritaGNH Apresiasi Uus Permana dalam Penanggulangan Limbah Kohe

GNH Apresiasi Uus Permana dalam Penanggulangan Limbah Kohe

Trisula.org

Bandung-Wawan Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Nusantara Hijau (GNH) ditemui di sela kesibukanya Selas,(23/02) di Kantor DPP GNH di Dago Bandung, beliau mengapresiasi Uus Permana ketua kelompok Tani Taruna Mukti, rupa sosok pejuang lingkungan yang tetap gigih terus bergerak untuk sungai Citarum terbebas dari pencemaran kotoran Hewan (Kohe), yang juga sebagai Kepala Departement Pemberdayaan di Lembaga lingkungan Gerakan Nusantara Hijau (GNH), Beliau telah digandeng pada kerjasama kemitraan dalam penanggulangan limbah hewan oleh Peternakan sapi perah di UPBS.

Apa yang dituai sesuai dengan apa yang telah ditanam, suatu peribahasa yang mengandung makna jelas dan arti yang benar, gambaran bahasa yang menjabarkan tentang sebuah keberlakuan hukum aksi reaksi pada suatu proses kehidupan yang berpergerakan jelas baik nya serta tentu benarnya. pembuktian bahwa luasan peluang yang datang buah akibat dari besaran potensi yang dimiliki. begitu pula poktan Taruna Mukti yang di ketuai oleh Bapak Uus Permana, dari pergerakannya dalam mengembangkan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik, telah mengantarkan pada sebuah pengintegrasian suatu karya nyata melalui bentuk pengakuan berupa penghargaan dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi hingga nasional, sebagai petani berprestasi.

Atas pengalaman dalam pengelolaan dan pengolahan limbah kotoran hewan , menjadi pupuk organik dengan merk KOSA Plus sejak tahun 2007, menjadi dasar kelayakan dan kepatutan bagi Peternakan sapi perah di UPBS menggandeng beliau selaku pimpinan poktan Taruna Mukti, untuk dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam menanggulangi limbah kotoran hewan Peternakan sapi perah di UPBS agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan, dalam hal ini pencegahan pencemaran pada DAS dan SubDAS Citarum.

Apresiasi yang luar biasa dari lembaga lingkungan Gerakan Nusantara Hijau (GNH) kepada Peternakan sapi perah di UPBS, yang membuktikan adanya bentukan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), selain memang telah menggandeng sosok dan poktan yang tepat dalam kompetensi dibidang nya, juga akurat karena beliau sebagai kadept pemberdayaan di GNH, yang tentunya bukan hanya ahli dibidang pengelolaan dan pengolahan pupuk organik, tapi mahir juga dalam pemberdayaan masyarakat,”pungkasnya.

kesadaran peternakan sapi perah di UPBS dalam penanggulangan limbah kotoran hewan nya bersama poktan Taruna Mukti, bukti nyata atas penggantungan sebuah harapan, yang masuk pada katagori suatu nilai upaya kegiatan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan (Environmental Sustainability), sebuah nilai upaya yang patut diberi dukungan oleh semua pihak, terutama pihak pemeritah terkait mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga tingkat pemerintah pusat, agar dapat mendorong banyak terlahirnya kesadaran-kesadaran baru, dari para pelaku usaha yang lainnya. Aamiin tutup Wawan setelah ditemui Media Trisula.

(Red)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA