BerandaBeritaGerhan Pemuda Sukamantri Pegiat Budidaya Maggot

Gerhan Pemuda Sukamantri Pegiat Budidaya Maggot

TRISULA.ORG ~ Pemuda merupakan harapan meningkatnya kualitas di suatu wilayah. Pemuda diharapkan mampu memimpin di depan dengan segala bentuk capaiannya. Ide, gagasan, wawasan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi diharapkan melekat di jiwa para pemuda. Seperti kata Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia pernah berkata bahwa “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Akan tetapi, bagaimana kondisi pemuda saat ini? Secara umum, masih ada pemuda yang aktif dalam mengembangkan w ilayahnya, khususnya skala desa. Namun, tidak sedikit juga mereka yang acuh. Seperti halnya di Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Banyak sekali keluhan dari para orang tua, sesepuh dan perangkat desa mengenai aktivitas para pemuda. Sebut saja Pak Engkom, Ketua RT 01 RW 01 Dusun Bojong, Desa Sukamantri yang mengeluhkan aktivitas pemuda, terutama di dusunnya. Sudah beberapa kali para pemuda tersebut “dipancing” oleh Pak Engkom untuk aktif dalam kegiatan di desa akan tetapi selalu hampa.

“atuh, Neng pemuda sini bagaimana mau ikut aktif, bangun tidur saja jam 10 pagi. Jam segitu mah bapak-bapak dan ibu-ibunya sudah selesai kerja bakti.” Pak Engkom bercerita kepada Patriot Desa.
“Seharusnya, pemuda tuh tonggak terdepannya kemajuan desa, tapi bagaimana mau maju kalau modal yang pernah diberikan saja malah habis sendiri, uangnya tidak berputar.” Terangnya.

Tapi ternyata, ada bibit unggul yang berasal dari Pemuda Desa Sukamantri yang memiliki semangat juang tinggi untuk membangun desanya. Sebut saja Aa Gerhan. Gerhan merupakan seorang Sarjana Pertanian yang lahir dan besar di Desa Sukamantri. Ia berkuliah di Sumedang selama 4 tahun. Setelah lulus, Gerhan kembali ke kampung halamannya, dan langsung berinisiatif membudidayakn maggot. Ide tersebut muncul karena Gerhan merasa risih ketika hujan deras kerap terjadi sumbatan akibat sampah. Maka dari itu, ia ingin memulainya dari pengolahan sampah organik dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengolahan sampah anorganik.

Budidaya maggot itu ia lakukan sendiri di rumahnya. Dengan bermodalkan uang kurang dari satu juta, ia berhasil membuat kandang untuk maggot. Sampah oganik yang ia dapatkan berasal dari sampah dapur dirumahnya, serta sampah dapur dari beberapa tetangganya. Hasilnya, Gerhan bisa panen maggot untuk pertama kalinya dan sudah ia jual ke pembeli.

Harapannya, Gerhan bisa menularkan kegiatannya itu kepada masyarakat desa. Ia pun tidak ingin bekerja di luar, ia hanya ingin mengembangkan desanya dari potensi-potensi yang ada di desa. Salah satunya, dari budidaya maggot. Selain memberikan keuntungan, dengan budidaya tersebut, pengelolaan sampah di Desa Sukamantri bisa terorganisir sehingga bisa memberikan dampak yang baik bagi lingkungan.

Kegiatan budidaya maggot juga sudah dapat dukungan yang baik dari Pemerintah baik itu pemerintah desa maupun kecamatan. Gerhan dan teman-temannya yang tergabung dalam Komunitas Resik Saparakanca sudah meminta izin dan dukungan kepada Bapak Camat Ciawi dalam membudidayakan maggot. Pun dari kepala desa sudah memberikan dukungan penuh terutama apabila pemuda bersemangat untuk membudidayakannya. Kepala Desa Sukamantri akan memberikan tanah desa untuk dijadikan tempat pembudidayaan maggot.

Melihat peluang tersebut, Gerhan dan Patriot Desa sudah sepakat untuk mengembangkannya dalam waktu dekat dengan melibatkan Karang Taruna agar mampu menjangkau lebih luas. Ini merupakan peluang yang besar dimana Patriot Desa sudah menemukan pemuda bertalenta yang akan menjadi patriot lokal Desa Sukamantri. (Red)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA