BerandaBeritaGaji Telat 2 Bulan PAPDESI Kabupaten Mojokerto Angkat Bicara

Gaji Telat 2 Bulan PAPDESI Kabupaten Mojokerto Angkat Bicara

TRISULA.ORG|MOJOKERTO ~ Kabar kurang menyenangkan datang dari Perangkat Desa di Wilayah Kabupaten Mojokerto. Para Perangkat Desa itu dikabarkan belum menerima gaji atau Penghasilan Tetap (Siltap) 06/08/2021.

Humas “Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia” (PAPDESI) Kabupaten Mojokerto, Endik Sugianto mengatakan permasalahan belum diterimanya gaji perangkat Desa selama 2 bulan.

“Banyak disampaikan oleh Kepala Desa menyampaikan keluhan masalah gaji Perangkat Desa,(siltap). Karena mereka ujung tombak pelaku pelaksanaan PPKM Darurat level 4 dan sebagainya. Karena aparatur Desa sebagai garda terdepan yang ikut serta menanggulangi segala pokok persoalan adanya PPKM Darurat itu baik yang suspek maupun yang terdampak. Itu semua aparatur Desa sampai dikatakan bahwa Aparatur Desa itu juga manusia”. Ungkap Humas PAPDESI

Terkadang para Kepala Desa ini juga dalam satu dilema, mau menekan tanggung jawab mereka sebagai aparatur Desa melakukan tugasnya. Seperti halnya pekerja, mereka sudah bekerja mengeluarkan keringat sudah menetes habis, tapi hak mereka belum terpenuhi, yang berupa gaji pokok atau siltap atau penghasilan tetap aparatur Desa itu adalah bagian dari anggaran yang dinamakan alokasi dana Desa, sampai 2 Bulan tertunda. Mudah – mudahan keluhan ini didengar oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk segera melakukan kewajibannya untuk memberikan hak para aparatur Desa berupa siltap ini kepada Aparatur Desa yang ada di Kabupaten Mojokerto”, tambahnya.

Aparatur Desa di Kecamatan Pacet yang berinisial (GZ) mengatakan, Berkenaan dengan Aparatur Desa, khususnya di wilayah Kabupaten Mojokerto, yang saat ini mendapatkan surat edaran dari berbagai penegak penentu kebijakan dari Daerah maupun Kementerian untuk melaksanakan sebuah aturan yang harus dilakukan khususnya berkenaan dengan dampak dari PPKM, berkenaan dengan itu kami sebagai aparatur Desa harus siap melaksanakan sebuah aturan atau sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun Daerah”. Tegasnya.

Karena sebagai tanggung jawab kami tetapi berkenaan itu juga kami sebagai aparatur Desa disuruh mentaati segala aturan kebijakan Pemerintah itu sendiri, sedangkan kita sendiri kurang diperhatikan merasa kurang diperhatikan, kenapa merasa kurang diperhatikan, karena sampai saat ini hak-hak kami yang berkenaan ADD di mana di situ di dalamnya ada hak kami yang di yang disebut dengan penghasilan tetap (siltap).

Kami bukannya meminta belas kasihan dari pemerintah tetapi paling tidak ada perhatian khusus buat kami. Karna kami salah satu garda terdepan untuk penanganan covid 19 ini jadi kami mohon sangat kepada pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kami sebagai Aparatur Desa tolong segera direalisasikan, karena apapun yang terjadi dampak dari pandemi dan juga PPKM ini kami juga merasakan walaupun tidak seperti yang dirasakan oleh seperti orang pedagang kaki lima”. tambahnya.

Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia. PABPDSI.
Kabupaten Mojokerto, Oetomo SA. Saya merasakan betul bagaimana dinamika yang saat ini dialami dan dihadapi oleh teman-teman Perangkat Desa, dalam hal ini Kepala Desa sebagai eksekutif di dukung dan dibantu oleh perangkat desanya, kami di lembaga penyelenggara Pemerintahan Desa sebagai partner kerja sangat bisa memahami betapa beratnya sebuah tugas yang diemban maka tidak heran kalau saat ini kita harus memfokuskan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman Pemerintah Desa, yang di sana ada Kades, perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa, maka dari itu terkait dengan beberapa hal untuk percepatan serta akses anggaran yang sedianya itu memang sangat mempengaruhi pada psikologi pelaksanaan tugas teman-teman Perangkat Desa yang sampai saat ini sangat menunggu alokasi Dana Desa terkait dengan pemberian haknya (siltap) secara utuh sebagaimana situasi saat ini kita memahami situasi ini menjadi situasi yang sangat serba mempengaruhi satu dengan yang lain” ungkap Oetomo.
(harie)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA