BerandaBeritaDugaan Dana Bos TA 2020, "di Gerogoti" Kepala SDN Duren Sawit 08...

Dugaan Dana Bos TA 2020, “di Gerogoti” Kepala SDN Duren Sawit 08 Pagi

Trisula.org II Jakarta – Makin serampangan Kepala Sekolah SDN Duren Sawit 08 Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, terkesan alergi memberikan informasi terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler TA 2020 yang telah di terima. Hal tersebut memunculkan kecurigaan adanya indikasi terjadi penyimpangan di dalam penggunaanya.

Sementara hasil pantauan awak media di sekolah tersebut, terlihat tumpukan sampah di bak pembungan. Masih dalam kedaan menumpuk dan sebagian berceceran di lantai. Nampaknya, sampah tersebut tidak dibuang sudah cukup lama terkesan dibiarkan saja, Selasa (20/4) siang.

Informasi yang didapat terkait adanya bantuan BOS Reguler TA 2020 untuk Prasarana dan Sarana (Sarpras) sekolah. Namun saat dipertanyakan realisasinya melalui pesan WhatsApp, Kepsek, justru terus berbelit dan enggan memberikan informasi yang jelas. “Berulang kali ditelepon, Jumadi sebagai Kepsek tidak mau mengangkat teleponnya”. Dan baru pada Senin (19/4) hanya membalas melalui pesan WA. Tapi bukan memberikan jawaban terkait apa yang terjadi.

Padahal, anggaran di sekolah tersebut sanggat besar. Terlihat anggaran dana BOS TA 2020 seperti tahap 1 dan 2 antara lain:
Untuk Tahap I:
Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 15.504.622.
Administrasi kegiatan sekolah Rp 16.437.475.
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 39.942.550.
Selanjutnya, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 10.026.170.

Untuk Tahap 2:

Pengembangan perpustakaan Rp 14.904.800.
Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 38.260.783.
Administrasi kegiatan sekolah Rp 527.000.
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 30.272.78
Dan penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 8.585.409.

Ketidaktransparan tersebut bukan hanya kepada media, terkadang kepada para dewan guru.

Seperti halnya, Kasus Kepsek SDN Duren Sawit 08 Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur yang sempat menggegerkan publik terkait mark up dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Padahal di tahap I sudah dianggarkan tetapi di tahap II kembali dianggarkan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Selain itu, di tahun yang sama pemeliharaan Sarpras juga dikerjakan. Padahal anggaran sarpras sekolah itu sangat besar di tahap I, yaitu mencapai Rp 39.942.550 dan tahap II Rp 30.272.783.

Sehingga, dalam satu tahun anggaran untuk pemeliharaan sarpras sekolah mencapai Rp 70.215.333.

Menanggapi hal yang terjadi, menurut Pemerhati Bidang Sosial Ari Nurprianto, SH, MH., Selasa (20/4), mengatakan sudah seharusnya Kepsek merespon apa yang di pertanyakan oleh awak media. Kenapa harus menutup diri, jelaskan saja, sepanjang hal itu perlu dan dapat diketahui oleh publik.
Namun tidak boleh di tutup – tupupi karena awak media adalah fungsi control dalam memberikan informasi kepada publik.

Mengingat kata Ari, publik berhak mengetahui penggunaan anggaran dana BOS di sekolah. Tentu hal itu mengacu Undang Undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
Untuk itu, diminta Kasudin Pendikan Wilayah I Jakarta Timur, Linda R Siregar, agar segera memerintahkan perangkat kerjanya segera turun ke lapangan. Menyikapi persoalan yang sedang terjadi di SDN Duren Sawit 08 Pagi dan makin menghangat di kalangan awak media, ujarnya.

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA