BerandaBeritaCaretaker Kecamatan Jayanti Jadi Sorotan, "Bagai Beli Kucing Dalam Karung"

Caretaker Kecamatan Jayanti Jadi Sorotan, “Bagai Beli Kucing Dalam Karung”

Trisula.org || Kabupaten Tangerang – Polemik soal SK Caretaker dan jadwal tahapan Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti kian memanas. Kali ini giliran pengurus lama yang angkat bicara. Hal ini di sampaikan langsung Ketua Karang Taruna Kecamatan Jayanti Cecep Abdul Kodir Zaelani (19/01/2021)

Dirinya membantah jika pihaknya telah diajak duduk bersama dalam permohonan Caretaker dan penyusunan jadwal tahapan

Rencananya jadwal tahapan Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti akan segera digelar pada tanggal 20 Januari tahun ini

“Ini aneh bin ajaib, masa dalam penyusunan jadwal tahapan tersebut tidak melibatkan pengurus sebelumnya

Dan terkesan juga terlihat adanya campur tangan dari pengurus Karang Taruna Kabupaten Tangerang, dengan mengcaretaker pengurus lama,”tegasnya

Selain itu, menurut Cepi sapaan akrab Cecep Abdul Kodir Zaelani ini, menyayangkan langkah Pihak Kecamatan Jayanti yang terburu – buru dalam bersikap tanpa menelusuri terlebih dahulu fakta di lapangan,”ucapnya

Cepi menjelaskan, pihaknya akan memperkarakan persoalan tersebut ke jalur hukum jika nantinya penyelenggaraan temu karya itu tetap dilaksanakan. Karena jadwal tahapan temu karya Karang Taruna Kecamatan Jayanti telah resmi dikeluarkan oleh Tim Caretaker, walau jadwal dan penunjukan Caretakernya sendiri saat ini menimbulkan kontroversi di tataran pengurus lama,”jelasnya

Saya khawatir dengan sikap Camat yang tidak berhati – hati, akan menimbulkan gejolak dikalangan pemuda Jayanti,” ungkapnya

Sementara itu Sarnaja salah satu tokoh pemuda Kecamatan Jayanti menuturkan,”Ini kan Hajat Katar Kecamatan Jayanti, kenapa Katar Kabupaten Ikut Campur sih ? Ujarnya

Soal tidak dilibatkannya pengurus lama dalam hal temu karya saja sudah yakin akan menimbulkan kegaduhan di kalangan pemuda terlebih di tataran para pengurus,” ucapnya.

“Bilangin, Dia suruh baca itu Permensos Nomer : 25 tahun 2019 kalau tidak salah ada di Pasal : 20, dengan demikian, Jelas ini, ada Intervensi dari pengurus Kabupaten hingga menambah rumit dan gaduh persoalan tersebut,”Sudahlah, Mbok Ya Hoo, pengurus Kabupaten, jangan ikut campur,” pintanya

Terkait soal SK Caretaker, lanjut Samaja, juga terlihat janggal dan perlu dipertanyakan keabsahannya,” ucapnya

Karena disitu terbukti ada beda sikap, soal pernyataan pengurus Kabupaten dan pihak Kecamatan terkait SK tersebut. Namun demikian, Biar tidak ada gejolak atau gesekan, sebaiknya ditunda saja dulu tahapan itu sampai ada titik temu,” harapnya

Sementara itu, ketika Awak media hendak mengkonfirmasi terkait jadwal tahapan ke salah satu Nomor kontak yang tertera di surat pemberitahuan, panitia menjawab dengan singkat,”Langsung aja hubungi Ketua Caretaker bang,” singkatnya.

Sangat disayangkan, sebetulnya ini kan bisa diselesaikan secara Internal kepengurusan dengan cara berkomunikasi dan duduk bareng dengan pengurus lama,”ujarnya

Hal inilah yang menandakan bahwa sikap ketidak seriusan pihak Kecamatan dalam membangun dan menghadirkan kondusifitas di wilayahnya.Soal Surat Permohonan Caretaker, Camat Jayanti Yandri Permana harusnys mampu menjembatani Permohonan tersebut, bukan malah sebaliknya mencari pembenaran sendiri,” terang Samaja

“Ini seolah – olah seperti beli kucing dalam karung,” (red.Dalih Pengurus lama yang meminta saya untuk mengajukan Surat Permohonan kepada pengurus Karang Taruna Kabupaten Tangerang dan SK Caretaker sudah ada dan saya terima)

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang, M.Hasan atau yang lebih biasa dipangil “Ketua Gede” mengatakan terkait rencana Temu Karya Kecamatan Jayanti pihaknya hanya sebatas mensupport dan merespons Surat dari Kecamatan saja,”terangnya.

Terkait tindakanya yang dianggap merupakan Intervensi secara langsung selaku Ketua Katar Kabupaten Tangerang, itu tidak benar, tindakan tersebut didasari atas permohonan dari pihak Pemerintah Kecamatan Jayanti sendiri melalui Surat resmi,” paparnya.

“Kalau saya hanya sebagai pembina saja, hanya memang kami selalu melakukan diskusi dan komunikasi. Jadi tidak benar sama sekali adanya intervensi. Saya melakukannya sesuai fungsi dan amanat organisasi,” ungkapnya

Tujuan kami jelas, Membangun dan membesarkan Lembaga yang kami banggakan ini, tidak lebih,” tegas Hasan.

Selain itu, apakah salah jika saya berkewajiban melibatkan satu tingkat di atasnya dalam hal perumusan dan pelaksanaan Temu Karya tersebut, kan itu juga merupakan amanat Permensos,” jelasnya

Sementara itu Hasan PM saat ditanya soal Penerbitan SK Caretaker
Dirinya menjawab,”Sampai saat ini SK tersebut belum saya tanda tangani. Jika tidak percaya silahkan tanya Langsung Sekjen” pungkas Hasan.

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA