BerandaEdukasiBI Kpw Jabar Adakan Diklat untuk Kelompok Tani Taruna Mukti

BI Kpw Jabar Adakan Diklat untuk Kelompok Tani Taruna Mukti

TRISULA.ORG

Bandung-Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Kelompok Tani Taruna Mukti menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi kepada Anggota dan petani yang akan menjadi binaan BI di wilayah Kab. Bandung selama 2 hari dimulai 09-10 Mei 2021.

Kegiatan pelatihan dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kompetensi petani khususnya dalam pertanian organik serta penguatan kelembagaan petani.

Implementasi pertanian organik yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing petani, agar dapat adanya pengembangan kompetensi petani, penguatan kelembagaan dan kegiatan pendampingan dalam rangka peningkatan produksi.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di  Jl.PPTK Gambung KM 2,6 Kp.Papakmanggu Rt.01 Rw.12 Desa.Cibodas Kec.Pasirjambu Kab.Bandung (40972) , Sekretariat Kelompok Tani Taruna Mukti, yang diketuai oleh Uus Permana.

Menurut Uus Permana, kegiatan Pelatihan ini sangat bermanfaat positif bagi kelompok dan anggota agar kedepanya ilmu yang di dapatkan mampu menginspirasi kami agar maju dan lebih baik lagi dalam semua aspek kegiatan, terutama pembuatan pupuk organik yang baik dan benar bermutu tinggi.

Dalam pelatihan, Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi M.Eng selaku penemu teknologi MA-11 hadir sebagai narasumber, pada paparannya, disampaikan bahwa teknologi MA-11 memiliki banyak manfaat antara lain mampu memberikan efisiensi biaya produksi hingga 70 persen, meningkatkan produksi hingga 100 persen dan akan menciptakan pertanian berkelanjutan.

Hal utama yang terpenting dalam membangun pertanian organik adalah terintegrasi antara pertanian dan peternakan serta kedisiplinan untuk menerapkan sistem operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa berkomitmen melalui kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pihak terutama Pemerintah Daerah maupun pihak terkait lainnya untuk melakukan pengembangan klaster pertanian  yang akan diarahkan pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas serta peningkatan akses pasar, akses keuangan, penguatan kelembagaan dan program hilirisasi”,Tutupnya.

(Red)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA