BerandaBeritaAnna Melinda, Keluarga Saya Seperti Terpenjara ???

Anna Melinda, Keluarga Saya Seperti Terpenjara ???

TRISULA.ORG

KOTA TANGERANG ~ Diduga karena adanya sengketa lahan, satu keluarga di Jalan Akasia Nomer : 01, RT.04/03 Kampung Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang akhirnya terisolir. Akibat tembok beton dan kawat berduri yang dipasang oleh pemilik lahan.

Hal itu diungkapkan Anna Melinda (30), ahli waris pemilik lahan yang akses jalannya diblokir. Dirinya mengaku, Saat pertama tinggal di sana, tidak mendapati kendala apapun. Persoalan tersebut baru – baru ini saja terjadi (red.Bulan Febuari)

Setelah sekitar 5 tahun Anna dan keluarganya menempati rumah yang dibelinya seluas 1.000 M oleh almarhum ayahnya dari sebuah lelang Bank.

“Memang sekitar dua tahun lalu jalan ini dipagar beton, Akan tetapi saat itu, kami masih diberi jalan untuk akses keluar – masuk ke rumah melalui pintu gerbang, dan itu pun jalan yang dibuka hanya untuk satu motor saja,” katanya, (14/03/2021)

Tetapiak pasca kejadian banjir pada pertengahan Februari 2021 lalu, Keluarga ahli waris yang mengaku sang pemilik lahan malah membuat pagar beton baru.
Mungkin hal itu diduga dipicu dari ketidak sukaan pemilik lahan, karena pagar betonnya sempat roboh tanpa sebab,”terangnya.

“Benar bang, sebelum banjir, akses jalan masih dibuka, tapi lewat gang depan. Tapi pas banjir kemarin, ada tembok beton yang roboh. Nah mungkin karena hal itu pemilik jalan (red.Ruly) menyangka tembok itu kita yang robohin. Padahal mana bisa kita robohin tembok beton tersebut. Hingga akhirnya jalan ditutup tembok beton kembali, bahkan kini setinggi kurang lebih 2 meter,” kata Anna Melinda

Sementara itu Anna, juga sempat bertanya kepada ahli waris pemilik lahan kenapa akses jalan depan rumahnya itu ditutup, akan tetapi dijawab emosional.

“Saya tidak tahu, dia datang marah – marah sambil bawa golok dan mengancam mamah saya dengan golok. Sekarang mamah saya sakit, karena kepikiran terus, bahkan anak saya sampai menangis ketakutan, karena lihat mamah diancam golok,” jelas dia.

Namun, kini hanya keluarga Anna yang tidak lagi diberikan akses keluar masuk jalan, kecuali dengan melompat pagar beton setinggi 2 meter tersebut atau lewat belakang, dari kuburan.

“Sebenarnya ada dua rumah yang terisolasi, rumah saya dan rumah ibu bidan. Tapi entah kenapa ibu bidan dikasih kunci gerbang depan, sedangkan untuk saya tidak,” terangnya

“Saya pun pernah meminta kunci sama ibu bidannya, tapi enggak dikasih.

Sejak akses jalan keluar masuk rumahnya ditutup, Anna sangat kesulitan. Tidak hanya itu, untuk keperluan membeli makan, bahkan untuk mengantar anaknya les pun dia sangat susah.
Pagar beton yang menutup rumahnya benar – benar membuat hidupnya menjadi terpenjara,” terangnya.

“Saya kalau mau antar les sekolah anak lewat pintu gerbang, itu pun pinjam kunci. Kadang dikasih, kadang tidak. Tetapi ketika sudah keluar, “Gak bisa ngapa – ngapain lagi, Gak bisa masuk, harus manjat tembok dulu. Soalnya gak dikasih kuncinya,” ujarnya

Sementara Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa, hal tersebut merupakan persoalan sengketa lahan, antar kedua pihak ahli waris,”tegasnya

“Kalau masalah tanah, sementara ini sedang berproses, dan laporan sengketa lahan tersebut saat ini ditangani Polres Metro Tangerang,” kata dia.

Kompol Wisnu Wardana juga menerangkan jika dari pihak yang terisolir atas nama Hadiyanti, juga telah melaporkan perbuatan pengancaman yang dilakukan oleh keluarga yang mengaku pemilik jalan atas nama R,” jelasnya

“Untuk pengancamannya, pihak Hadiyanti sudah melaporkan dan sudah dimintai keterangannya pada hari Sabtu kemarin, terkait pengancamannya,” jelas Kapolsek Ciledug

Wisnu Wardana menjelaskan, saat ini, situasi di lokasi lahan yang bersengketa itu masih kondusif. Jajarannya bersama Muspika setempat menjamin keamanan dan kondusifitasi di lokasi yang bersengketa saat ini.

“Kami jamin situasi tetap kondusif, jika ada yang bertindak Represeif, maka penegakan hukum segera kita tegakan. Polsek Ciledug sendiri siap memfasilitasi, dan membantu percepatan kasus ini,”pungkasnya.

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA