BerandaBeritaAllhamdulilah, Banjir di Kecamatan Kresek Berangsur - Angsur Normal Kembali

Allhamdulilah, Banjir di Kecamatan Kresek Berangsur – Angsur Normal Kembali

TRISULA.ORG

KABUPATEN TANGERANG ~ Camat Kresek, Kabupaten Tangerang H.M.Epi Supriatna S.Sos.M.M, beserta jajarannya hari ini (08/02/2021) melakukan pengecekan kondisi Debit air Cidurian yang melintasi Desa Koper, Pasir Ampo dan Desa Patrasana,

Dikatakan H.M.Epi Supriatna, pengecekan aliran sungai Cidurian dan terowongan Tol Jakarta – Merak, perbatasan wilayah Kecamatan Kresek dengan Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang ini, guna untuk mengetahui dan memastikan kondisi debit air serta titik lokasi yang masih dimungkinkan rawan terjadinya banjir susulan

“Setelah kami cek, semua dalam kondisi baik dan Allhamdulilah,saat ini sudah mulai surut dan tidak ada peningkatan debit air yang cukup berartisiap,”ujar Epi Supriatna

Ia menjelaskan, di wilayah Desa Koper dan Pasir Ampo, Ketinggian air di Jalan utama Kampung Panalakan RT. 014/01 masih terhambat karena tingginya genangan air..Ketinggian air sekitar 40 cm masih menggenangi jalan.

Pengguna jalan pun harus berhati – hati dan melambatkan laju kendaraan saat melintas. Kondisi ini tak jauh berbeda dari Rabu Minggu lalu.

Progresnya,”Alhamdulillah sudah ada beberapa rumah ibadah yang sudah bisa ditempati salat, rumah penduduk sudah bisa ditempati kembali, walaupun mungkin tetap harus waspada,” ujarnya.

Khusus untuk pengungsi, mereka sebagian memilih untuk tinggal di rumah keluarganya di kampung atau Desa tetangga, Sembari menunggu bantuan dan informasi lanjutan terkait fasilitas yang akan disedian pemerintah untuk warga terdampak,”terangnya

Mereka juga sebagian ada yang sudah membersihkan rumahnya untuk diperbaiki, dan ditempati kembali,”ucapnya.

Sementara itu Suardi selaku Kades Pasir Ampo menjelaskan, Kalau pemukiman warga yang topografinya rendah, ketinggian air hanya berkisar 30 Cm sampai 50 Cm atau sekitar sampai lutut orang dewasa,”jelasnya

Tapi itu pun tidak berlangsung lama setelah hujan reda, airnya perlahan mulai surut juga,” ungkap Suardi Kades Pasir Ampo ketika ditemui di lokasi banjir.

Suardi menjelaskan, banjir kembali terjadi akibat sedimentasi di kawasan Sungai Cidurian. Penumpukan lumpur yang mulai mengering di sungai, merupakan sisa dari banjir bandang sebelumnya,

“Mungkin karena tingkat elevasi sungai yang lebih tinggi dari jalan, serta jebolnya tanggul, makanya air mengalir masuk pemukiman warga juga yang ada di bantaran sungai pada saat itu,” pungkasnya.

(Ari Ariyanto)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA POPULER

AKURAT & TERPERCAYA